Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru

Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru

Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru-Istimewa-

 

“Draeger memiliki inisiatif berupa program edukasi berkelanjutan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir yang fokus pada pembinaan dokter muda dan residen.

BACA JUGA:Buntut Napi Kabur, Lapas di Papua Tengah Diperketat Kementerian Imipas

BACA JUGA:Adopsi AI, Telkom Siap Hadirkan Platform Sovereign AI dengan IBM watsonx

 

Ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pengembangan tenaga kesehatan untuk mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih baik di masa depan.

 

„Inisiatif ini dijalankan dengan menggandeng berbagai asosiasi kedokteran dan kedepannya kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung transformasi SDM kesehatan dalam negeri,” tambah Ratna.

 

Kali ini, Draeger Indonesia bekerja sama dengan Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI) dalam proses pendidikan berkelanjutan untuk mengadakan dua kegiatan workshop yaitu

 

1) mengenai pengenalan mesin anestesi yang ditujukan untuk para dokter anestesi dan telah dimulai pada 9 Mei 2025 dan

 

2) mengenai Basic Ventilator yang ditujukan untuk para dokter umum dan anestesi yang bekerja di ICU, dan telah dimulai pada 18 Mei 2025.

BACA JUGA:Tak Cukup Transjabodetabek, Depok Membutuhkan MRT Jakarta

BACA JUGA:Harapan Bonek Mania Pupus Sudah, Irfan Jaya Malah Perpanjang Kontrak Bali United

 

Kegiatan workshop akan dilakukan di 17 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang memiliki Program Studi (PRODI) Anestesiologi dan Terapi Intensif.

 

KATI sebagai kolegium bertanggung jawab terhadap proses pendidikan di bidang anestesiologi dan terapi intensif dalam tatalaksana perioperatif dan emergensi kritis,

 

Sehingga dalam hal ini penggunaan mesin anestesi dan ventilator sangat berkaitan erat dengan praktik klinis medis sehari-hari. Kedua hal ini juga mendukung program transformasi kesehatan yang diusung oleh Kemenkes.

 

Ketua Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif (KATI), Dr. dr. Reza Widianto  Sudjud,  SpAn-TI,  Subsp.  An.  Kv(K),  Subsp.  T.I(K)  M.Kes menyampaikan, "Sebagai bagian dari komitmen Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (KATI) untuk menjamin mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi medis,

BACA JUGA:Ada Dealer TVS Baru di Depok, Tebus Callisto 110 dengan Diskon Rp1,7 Juta!

BACA JUGA:Studi IBM: 85% Bisnis di Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Tata Kelola dan Keamanan Masih Lemah

 

“Kami mendorong seluruh program studi pendidikan dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan setiap peserta didik memperoleh pengetahuan serta keterampilan yang mutakhir.

 

“Upaya ini juga sejalan dengan dukungan Kolegium dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi dan inovasi.”

 

Dalam kerja sama dengan Draeger Indonesia, kami merancang dua bentuk pelatihan yang strategis dan relevan. Workshop Mesin Anestesi ditujukan khusus bagi peserta didik dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap fungsi dan pengoperasian mesin anestesi secara aman dan efektif di ruang operasi.

 

Sementara itu, pelatihan Basic Ventilator juga terbuka bagi dokter umum, mengingat pentingnya pemahaman ventilator dalam penanganan kasus-kasus gawat darurat dan perawatan intensif.

 

Penguasaan penggunaan ventilator sangat esensial karena alat ini mendukung fungsi pernapasan pasien yang mengalami kegagalan napas akibat penyakit paru, trauma, atau komplikasi pasca operasi.

BACA JUGA:Lazada Hadirkan Promo 6.6 Super Wow Sale, Ikuti Juga Permainannya

BACA JUGA:Kemensos Sebut Sekolah Rakyat di Bekasi akan Dibuka Juli 2025

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads