Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru
Draeger Indonesia Dukung Pemerataan Akses Kesehatan Teknologi Terbaru-Istimewa-
“Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapan klinis dan keselamatan pasien di berbagai lini layanan kesehatan sehingga bisa membantu menurunkan angka kematian di ICU yg tinggi karena penanganan awal yang tepat.
Selain itu, kolegium juga turut serta dalam pemanfaatan dan pengembangan melalui uji klinis terutama untuk produk dalam negeri guna membantu ketahanan alat kesehatan dalam negeri.
“Workshop kepada para dokter anestesi dan terapi intensif harus terus dilakukan mengingat instalasi alat anestesi produksi Draeger telah diimplementasikan di 1.208 rumah sakit di Indonesia dan terus bertambah.
„Workshop dengan KATI ini akan menambah rekam jejak kami yang secara konsisten memberikan edukasi di Indonesia dan telah mengedukasi lebih dari 3000 tenaga kesehatan, baik secara online maupun offline,” tambah Ratna Kurniawati.
BACA JUGA:Intip Resep Semur Daging Kentang yang Bisa Diolah saat Idul Adha, Dijamin Empuk dan Gurih!
Draeger selalu bertujuan untuk membantu tenaga kesehatan mengatasi tantangan medis dan ventilator perawatan intensif dan monitor paru-paru yang diproduksi, juga memiliki tujuan yang sama.
Draeger fokus pada perkembangan terkini untuk manajemen pernapasan pasien di unit perawatan intensif (ICU) dan ventilator.
Draeger menawarkan pilihan mode ventilasi yang beragam, baik mode ventilasi konvesional hingga lanjutan yang diakui sebagai standar – termasuk ventilasi noninvasif dan terapi oksigen aliran tinggi.
Draeger berkomitmen untuk meningkatkan hasil pasien dan alur kerja klinis di tiap titik, termasuk opsi untuk memungkinkan kemudahan transportasi pasien dan mobilisasi awal.
“Kesiapan tenaga kesehatan ini juga untuk menyambut peluncuran produk ventilator terbaru kami yang akan segera hadir di Juni 2025.
"Kami berharap kesiapan tenaga kesehatan dan peluncuran produk ventilator terbaru dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia,“ tutup Ratna Kurniawati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: