Jokowi Yakin Banget Ada Agenda Besar Politik di Balik Tudingan Ijazah Palsu, Pengamat: Wajar Saja

Jokowi Yakin Banget Ada Agenda Besar Politik di Balik Tudingan Ijazah Palsu, Pengamat: Wajar Saja

Presiden ke-7 Joko Widodo yakin jika ada agenda politik besar di balik kasus tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), angkat bicara terkait polemik yang belakangan mencuat soal dugaan ijazah palsu serta wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Jokowi mengaku mencurigai adanya agenda besar politik di balik dua isu kontroversial tersebut.

BACA JUGA:Puan Minta Fadli Zon Jelaskan Alasan Penetapan 17 Oktober Sebagai Hari Kebudayaan

BACA JUGA:Penugasan Gibran ke Papua Bukan Hal Baru, Jokowi Singgung Era Ma’ruf

"Saya berperasaan. Memang kelihatannya ada agenda besar politik. Isu-isu ini ijazah palsu, isu pemakzulan. Ini perasaan politik saya,

mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-down grade yang ya buat saya biasa-biasa ajalah," kata Jokowi kepada awak media, dikutip Selasa 15 Juli 2025.

Jokowi akan Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Menanggapi terus bergulirnya isu mengenai ijazah palsu yang ditujukan kepadanya, Jokowi menegaskan bahwa proses hukum tengah berjalan dan ia akan menunjukkan bukti otentik di hadapan pengadilan.

"Ini kan sudah dalam proses hukum. Saya baca kemarin sudah masuk ke tahap penyidikan. Ya sudah, serahkan saja pada proses hukum yang ada. Di sidang pengadilan nanti akan saya tunjukkan ijazah asli yang saya miliki," tegas Jokowi.

Ia juga memastikan tidak akan menunjukkan dokumen tersebut di luar proses hukum. 

"Enggak. Harus dalam sidang-sidang pengadilan yang ada nanti," ujarnya.

BACA JUGA:Bro Ron Bilang Kongres PSI di Solo Tak Untungkan Kaesang, Pengamat: Faktor Mahzab Jokowisme Masih Kuat

BACA JUGA:Dokter Tifa Diberondong 68 Pertanyaan Kasus Laporan Ijazah Palsu Jokowi: Percuma, Ijazahnya Aja Gak Ada!

Tidak hanya soal ijazah, Jokowi turut menyoroti isu pemakzulan terhadap putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dinilai sebagian pihak bermuatan politis.

"Termasuk itu (isu pemakzulan Gibran), saya kira ada agenda besar politik," ujarnya menegaskan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads