Pakar Ekonomi Angkat Bicara, Ini Biang Kerok Rupiah Terjun Bebas Rp16.749 per Dolar AS
Pakar ekonomi membeberkan penyebab nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).-Illustrasi-
Salah satu sentimen terbaru datang dari kebijakan AS yang berencana menaikkan tarif baru terhadap industri farmasi global.
“Apalagi ada kenaikan risiko dari global, ada tarif baru terhadap industri farmasi global dari AS, ditambah ketegangan dengan Rusia. Itu membuat dolar AS kembali menguat,” kata Arjun.
BACA JUGA:Beli Motor Impian Hemat Belasan Juta Rupiah di IMOS 2025 Bersama FIFGROUP
Ia menambahkan, investor saat ini masih memilih pendekatan wait and see karena sentimen global maupun domestik yang penuh ketidakpastian.
Kondisi ini membuat pasar saham dan obligasi rawan terkoreksi dalam jangka pendek.
“Investor disarankan melakukan aksi profit taking kalau sudah untung, atau membeli lagi saat harga lebih murah setelah koreksi,” jelasnya.
BACA JUGA:Beli Motor Impian Hemat Belasan Juta Rupiah di IMOS 2025 Bersama FIFGROUP
Ketidakpastian Masih Berlanjut
Dengan tekanan dari dalam dan luar negeri, Rupiah diperkirakan masih akan menghadapi jalan terjal dalam beberapa waktu ke depan.
Penguatan dolar AS yang dipicu faktor geopolitik dan kebijakan ekonomi global menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
Situasi ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat menjaga stabilitas ekonomi, terutama dengan menghindari kebijakan yang justru berpotensi melemahkan kepercayaan pasar.
Sementara itu, para pelaku usaha dan investor perlu tetap waspada dan adaptif menghadapi kondisi penuh ketidakpastian ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: