Anjloknya Harga Minerba 2025 Tak Membuat Gentar ESDM, Capaian Tembus Target 105-110 Persen

Anjloknya Harga Minerba 2025 Tak Membuat Gentar ESDM, Capaian Tembus Target 105-110 Persen

Ilustrasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan bahwa hingga akhir tahun realisasi PNBP sektor minerba diproyeksikan.-Freepik-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor Mineral dan batu bara (minerba) pada 2025 mampu melampaui target.

Dengan adanya capaian tersebut, pemerintah kini membidik capaian hingga 110 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mengatakan, hingga akhir tahun realisasi PNBP sektor minerba diproyeksikan.

BACA JUGA:Wow! Perputaran Ekonomi Digital Menggeliat, Rp44,55 Triliun Masuk Kantong Negara

BACA JUGA:Komitmen Astra dan Cerita Panjang Bangun Desa yang Berdaya dan Mandiri

"Di pengujung tahun nantinya, kami harapkan capaian bisa 105 sampai 110 persen dari target yang ditetapkan," kata Tri di Jakarta.

Adapun target PNBP sektor minerba pada 2025 dipatok sebesar Rp124,7 triliun. Dengan proyeksi realisasi 110 persen, potensi penerimaan negara dari sektor ini bisa mencapai sekitar Rp137,17 triliun.

Tri mengklaim, hingga 15 Desember 2025, PNBP minerba mampu mencapai target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Capaian ini dinilai signifikan, mengingat kondisi harga komoditas minerba sepanjang tahun cenderung mengalami tekanan.

Tren penurunan harga terlihat pada harga batu bara acuan (HBA). Pada periode I Desember 2025, HBA tercatat sebesar 98,26 dolar AS per ton, turun dari 102,03 dolar AS per ton pada periode II November 2025.

BACA JUGA:Emas Antam Makin Mahal! Ini Harga Jual dan Buyback Pegadaian per 28 Desember 2025

BACA JUGA:Airlangga Bawa Satgas Debottlenecking, Dijamin Bikin Investor AS Betah Investasi di Indonesia

Angka tersebut juga jauh lebih rendah dibandingkan HBA November 2024 yang berada di level 114,43 dolar AS per ton.

"Kondisi harga batu bara lesu, kemudian beberapa komoditas seperti nikel itu harganya juga tidak bergerak dari 14–15 ribu dolar AS per ton. Tapi kami bisa membukukan PNBP tersebut," jelas Tri.

Menurutnya, keberhasilan sektor minerba mencapai target PNBP di tengah tekanan harga global tidak lepas dari meningkatnya kepatuhan perusahaan tambang terhadap kewajiban pembayaran kepada negara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads