Aksi Perguruan Tinggi Atasi Tantangan Kesehatan Nasional
Cek kesehatan gratis untuk masyarakat umum. -Dokumentasi UB-
BACA JUGA:Siapa Joko Prabuwesi? Namanya Viral dan Mendunia usai Aksi Uniknya Terekam CCTV
Saat ini, kewajiban program internship masih terbatas pada lulusan pendidikan dokter, sementara profesi tenaga kesehatan lainnya belum memiliki mekanisme pembinaan lapangan yang terstruktur. Padahal, pendekatan promotif dan preventif memerlukan kolaborasi multidisiplin yang kuat di fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun rumah sakit.
Universitas Brawijaya memandang bahwa pengembangan kebijakan internship bagi seluruh profesi tenaga kesehatan perlu diadvokasi melalui sinergi antara perguruan tinggi, kolegium, organisasi profesi. Serta, kementerian terkait guna memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional yang berorientasi pada pencegahan penyakit.
3. Penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Percepatan Penurunan Stunting
Tingginya prevalensi stunting di Indonesia serta target penurunan menjadi 14% pada tahun 2029 dan 5% pada tahun 2045 menjadi dasar penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi kelompok sasaran, meliputi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan, tetapi juga oleh mutu penyelenggaraan pangan, keamanan pangan, ketepatan komposisi zat gizi, serta efektivitas pencapaian luaran kesehatan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis nasional tersebut, Universitas Brawijaya akan memperkuat perannya melalui:
- Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi Program MBG berbasis penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
- Pembentukan Center of Excellence (CoE) Regional Ketahanan Pangan dan Gizi sebagai pusat unggulan pengembangan inovasi pangan dan gizi berbasis evidence.
- Penguatan kolaborasi multidisiplin yang melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Fakultas Bioindustri dan Pangan (FBiPK), Fakultas Teknologi Pertanian (FAST), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), serta unit terkait lainnya di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi Universitas Brawijaya.
- Penyusunan Rencana Aksi (Renaksi) sebagai dasar pengembangan program nasional dan internasional, termasuk peluang kolaborasi dengan Bappenas, UNICEF, serta mitra pembangunan lainnya.
- Penguatan standar penyelenggaraan makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), meliputi aspek keamanan pangan, mutu gizi, ketepatan menu, dan kesesuaian dengan kebutuhan kelompok sasaran.
- Pelaksanaan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi dampak Program MBG terhadap status gizi, pertumbuhan, kesehatan, dan kualitas hidup kelompok penerima manfaat.
BACA JUGA:BRIN Luncurkan Satelit Buatan Indonesia di India pada Awal 2027
BACA JUGA:Republik Curiga: Semua Menuduh, Tak Ada yang Membuktikan
Universitas Brawijaya berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung implementasi berbagai program prioritas nasional di bidang kesehatan. Yakni, melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Melalui sinergi lintas disiplin dan kolaborasi dengan pemerintah, organisasi profesi, industri, serta masyarakat, Universitas Brawijaya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata. Utamanya, dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*)
*) Prof. Dian Handayani, S.K.M., M.Kes., Ph.D. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: