Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen Didorong Kesepatan Damai Rusia-Ukraina

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen Didorong Kesepatan Damai Rusia-Ukraina

Harga minyak mentah dunia mengat pada perdagangan akhir pekan Jumat 29 April 2022-freepik-

JAKARTA, DISWAY.ID - Harga minyak mentah dunia terjun hingga lebih dari 2 persen pada perdagangan Selasa 29 Maret 2022, waktu Amerika Serikat (AS) atau Rabu 30 Maret 2022. 

Ini terjadi lantaran pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina memiliki kemajuan setelah berperang lebih dari satu bulan.

London ICE Futures Exchange mencatat, harga minyak mentah berjangka Brent turun US$2,25 atau minus 2 persen menjadi US$110,23 per barel.

Sementara itu, New York Mercantile Exchange mencatat minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) juga turun US$1,72 atau minus 1,6 persen menjadi US$104,24 per barel.

BACA JUGA:Perundingan Damai Capai Hasil Positif, Rusia Janji Hentikan Serangan ke Ukraina

Sebelumnya, perwakilan Rusia dan Ukraina bertemu di Turki untuk membahas rencana perdamaian kedua negara. 

Rusia berjanji untuk mengurangi operasi militer di ibu kota Ukraina Kyiv.

Namun, saat itu minyak keluar dari posisi terendah ketika perwakilan utama Rusia memperingatkan bahwa janji Rusia untuk mengurangi operasi militer tidak termasuk gencatan senjata dan kesepakatan formal dengan Ukraina masih panjang.

"Mungkin saat ini ada alasan untuk sedikit lebih optimis daripada kemarin, tetapi saya tidak berpikir seluruh situasi Rusia dengan Ukraina ini akan hilang dalam waktu dekat," kata Direktur Eksekutif Mizuho Robert Yawger, seperti dikutip Antara, Rabu 30 Maret 2022.

BACA JUGA:Portugal Lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, Bruno Fernandes Jadi Bintang

Sanksi yang dijatuhkan kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina telah mengganggu pasokan minyak dan mendorong harga minyak ke hampir US$ 140 per barel, tertinggi dalam sekitar 14 tahun.

Penguncian baru di Shanghai untuk mengekang meningkatnya kasus virus corona juga menekan harga pada Selasa karena pasar khawatir tentang penurunan permintaan Cina. Shanghai menyumbang sekitar 4,0 persen dari konsumsi minyak Cina, kata analis ANZ Research.

Lockdown telah mengurangi konsumsi bahan bakar transportasi di Cina ke titik di mana beberapa penyulingan independen mencoba menjual kembali minyak mentah yang dibeli untuk pengiriman selama dua bulan ke depan, kata para pedagang dan analis.

Melemahnya permintaan minyak global diperkirakan akan bertahan hingga April dan Mei, kata wakil presiden senior analisis Rystad Energy, Claudio Galimberti, mengutip ketegangan Rusia-Ukraina, harga minyak yang tinggi, dan situasi COVID-19 di Cina.

Sumber: