Ukraina Siap Gempur Rusia, 98 Persen Bantuan Militer dari NATO Telah Diterima Termasuk Ratusan Tank dan Ribuan Kendaraan Lapis Baja

Ukraina Siap Gempur Rusia, 98 Persen Bantuan Militer dari NATO Telah Diterima Termasuk Ratusan Tank dan Ribuan Kendaraan Lapis Baja

Jens Stoltenberg selaku sekretaris jenderal NATO, yang mengatakan bahwa sebanyak 1.550 kendaraan lapis baja dan 230 tank telah diterima Ukraina. -Tangkapan layar twitter @per3e -

Stoltenberg menjelaskan jika besarnya bantuan ke Ukraina ini sebelumnya belum pernah terjadi dan ini sebuah peringatan bahwa pihaknya tidak boleh meremehkan Rusia.

Sedangkan pihak Rusia sendiri diketahui telah memobilisasi lebih banyak pasukan darat.

BACA JUGA:Laporan Terhadap Andi Pangerang Hasanuddin yang Ancaman Warga Muhammadiyah Ditangani Bareskrim Polri

BACA JUGA:Egianus Kagoya Makin Terpojok, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua: Buat Apa Kita Bunuh-bunuhan

Stoltenberg juga mengatakan bahwa untuk menghadapi pertikaian antara Rusia dan Ukraina yang akan menjadi konflik yang berkepanjangan, negara-negara NATO harus tetap berada di jalur serta terus memberikan apa yang dibutuhkan Ukraina untuk menang.

Tak sampai disitu, menurut Stoltenberg bahwa NATO sendiri juga akan menetapkan  rencana untuk program dukungan multi-tahun untuk Ukraina saat di KTT NATO di Lituania pada Juli mendatang.

Pernyataan dari Stoltenberg ini disampaikan sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan telah melakukan pembicaraan dengan presiden China Xi Jinping.

BACA JUGA:Alasan Kelompok Separatis di Papua Terus Menebar Teror Diungkap Moeldoko: Mereka Takut Kehilangan Pengaruh di Masyarakat

BACA JUGA:Terget Persebaya Surabaya Liga 1 Musim 2023/2024, Aji Santoso: Tambah Pemain Asing Demi Gelar Juara

Pemerintah China sendiri menganggap Rusia sebagai sekutu diplomatik dalam menentang pengaruh Amerika dalam urusan global.

Stoltenberg menjelaskan jika kemungkinan pertikaian antara Rusia dan ukraina akan berakhir di meja perundingan, namun sebelumnya Ukraina harus memiliki kekuatan militer agar Rusia sadar jika mereka tidak akan menang di medan perang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: