Mengenal EUS-RFA, Pengobatan Tumor Gastrointestinal pada Sistem Pencernaan

Mengenal EUS-RFA, Pengobatan Tumor Gastrointestinal pada Sistem Pencernaan

Ilustrasi Tumor Gastrointestinal pada Sistem Pencernaan --Loyala Medicine

Elektroda ini menghasilkan gelombang radio frekuensi yang menghasilkan panas. Panas ini secara efektif memusnahkan sel-sel tumor tanpa perlu melakukan pembedahan besar. 

RFA sering digunakan untuk mengobati tumor di organ seperti hati dan ginjal. Teknik ini dapat digunakan untuk tumor yang tidak dapat dioperasi atau untuk melengkapi perawatan lain seperti kemoterapi.

BACA JUGA:Pengobatan Kanker Payudara Pakai Obat Herbal, Bisakah? Ini Penjelasan Dokter

Perbedaan EUS-RFA dari Metode Pengobatan Lain

EUS-RFA menggabungkan keunggulan dari EUS dan RFA, memberikan keuntungan yang signifikan dibandingkan metode ablasi lainnya.

EUS menyediakan panduan visual yang sangat detail, memungkinkan dokter untuk menargetkan tumor dengan akurat menggunakan RFA.

Dengan menggunakan panduan ini, dokter dapat menghindari jaringan sehat di sekelilingnya, yang meningkatkan efektivitas dan keamanan prosedur. 

Metode ablasi lain, seperti laser atau cryoablation (menggunakan suhu dingin ekstrem), juga efektif tetapi tidak selalu menawarkan tingkat presisi yang sama.

Misalnya, laser dapat efektif untuk tumor yang lebih dangkal, sementara cryoablation mungkin tidak ideal untuk tumor di lokasi yang sangat dalam.

BACA JUGA:1 dari 2 Perempuan Penderita Kanker Serviks Berakhir Kematian, Penting Vaksinasi dan Deteksi Dini

Keuntungan Utama EUS-RFA

Salah satu keuntungan utama dari EUS-RFA adalah presisi tinggi.

Karena EUS memberikan panduan visual yang sangat jelas, dokter dapat memastikan bahwa energi RFA tepat mengenai tumor tanpa merusak jaringan di sekelilingnya.

Ini berbeda dari prosedur ablasi lain yang mungkin kurang terarah.

Selain itu, EUS-RFA adalah metode minimal invasif, artinya tidak memerlukan pembedahan besar, dan waktu pemulihan biasanya lebih cepat dibandingkan dengan pembedahan konvensional.

Pasien sering kali dapat kembali ke aktivitas normal dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA:1 dari 2 Perempuan Penderita Kanker Serviks Berakhir Kematian, Penting Vaksinasi dan Deteksi Dini

Indikasi Medis untuk EUS-RFA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: