Tok! Kemenkes dan Kemenhan Resmikan Integrasi Laboratorium Farmasi TNI AL, AD, AU jadi Satu Farmasi Pertahanan Negara
Tok! Kemenkes dan Kemenhan Resmikan Integrasi Laboratorium Farmasi TNI AL, AD, AU jadi Satu Farmasi Pertahanan Negara-Disway/Hasyim Ashari-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI secara resmi telah menyatukan dan meresmikan integrasi seluruh laboratorium farmasi milik Tentara Nasional Indonesia (TNI), meliputi Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), menjadi satu entitas besar bernama farmasi Pertahanan Negara (FPN).
FPN kini menjadi produsen obat strategis yang akan menopang kebutuhan pertahanan dan kesehatan nasional yang ditujukan untuk koperasi-koperasi di desa.
BACA JUGA:Wakil Indonesia Berguguran, Jojo Kalah dari Christo Popov di Babak 16 Besar China Open 2025
BACA JUGA:KPK Melapor ke Menhut: Banyak IUP Tambang Berada di Kawasan Hutan!
Hal tersebut diungkapkan oleh Sjafrie Sjamsoeddin bersama dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM, dr. Taruna Ikrar.
"Kita saling berinteraksi. Selain itu, kami juga bekerjasama di bidang obat yang diperlukan oleh kita semuanya, termasuk teman-teman dalam rangka pelayanan kesehatan," tutur Sjafrie Sjamsoeddin kepada awak media, Rabu 23 Juli 2025.
"Jadi, obat ini kita tahu sekarang mahal, sekarang kita mau bikin terbosan. Kebetulan, Kementerian Kesehatan baru saja mengadakan reformasi struktur. Semua laboratorium farmasi yang ada di PNI Angkatan Darat, PNI Angkatan Laut dan juga PNI Angkatan Darat kita konsolidasi menjadi satu farmasi pertahanan negara yang memproduksi obat dan kita tujukan kepada kooperasi-kooperasi di desa," tambahnya.
BACA JUGA:Satgas Pangan Polri Bongkar Pengoplos Beras Premium Palsu: Kerugian Nyaris Rp100 Triliun
BACA JUGA:Bukan Sekadar Mobil! Hyundai Ungkap Makna Filosofis di Balik STARGAZER Cartenz untuk Indonesia
Sinergi untuk Kemandirian Obat Nasional
Lebih lanjut, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjamin nanti produksi obat nasional harus mengikuti standarisasi yang sudah ditetapkan oleh BPOM dengan harga yang terjangkau.
Meski harga obat-obatan produksi TNI sudah berharga murah, Menhan menyebut pihaknya akan memikirkan skema untuk membuat obat-obatan tersebut menjadi gratis.
Dengan begitu, akses ke obat-obatan bisa lebih mudah, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
BACA JUGA:Heboh! 364 Gram Sabu & 199 Butir Ekstasi Ditemukan di Plafon Sel Lapas, 5 Napi Diamankan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: