Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Ancaman, Bayer Siapkan Suplemen MMS dengan 15 Formula

Angka Kematian Ibu dan Bayi Masih Ancaman, Bayer Siapkan Suplemen MMS dengan 15 Formula

Bayer, perusahaan global berbasis sains yang berinovasi di bidang kesehatan dan pertanian, hari ini meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk untuk memproduksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) --Bayer

JAKARTA, DISWAY.ID - Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, salah satunya dengan mengintervensi dan mengedukasi para ibu hamil atau calon ibu hamil dengan pemenuhan gizi seimbang hingga vitamin dan mineral. 

Suplemen Multiple Micronutrient Supplement (MMS) diyakini efektif mengurangi angka kematian ibu dan bayi serta stunting. 

Bayer, perusahaan global berbasis sains yang berinovasi di bidang kesehatan dan pertanian, hari ini meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk untuk memproduksi Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok dengan nilai total investasi sebesar 5 juta euro atau setara Rp99 miliar. 

BACA JUGA:Bintang Muda Bayern Munich Terang-terangan Mau Gabung Real Madrid, Florentino Perez Waspada

Peresmian ini menandai komitmen jangka panjang Bayer dalam memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia, guna memastikan ketersediaan produk kesehatan konsumen yang aman, berkualitas, dan memenuhi standar global, sekaligus memperkuat kapabilitas riset di dalam negeri.

Pemerintah menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung agenda kesehatan nasional.

“Penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri merupakan langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan yang bermutu serta mendukung prioritas nasional, termasuk kesehatan ibu dan anak. Terima kasih kepada Bayer yang telah melakukan investasi untuk memproduksi MMS di dalam negeri.” kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

BACA JUGA:Belum Ada Obat Buat Tangkal Super Flu, Wamenkes: Cukup Vaksin Influenza Saja

Sementara itu, dari sisi pengawasan mutu dan keamanan produk, Badan Pengawas Obat dan Makanan memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan memberikan manfaat klinis optimal, sekaligus memperkuat daya saing industri farmasi nasional.

"BPOM mendorong industri untuk terus mematuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku serta menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten,” ujar Prof Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Duta Besar Republik Federal Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Dr. Ralf Beste menyambut baik upaya Bayer untuk memperkuat ekosistem kesehatan Indonesia.

"Penguatan kapabilitas manufaktur dan Research & Development ini merupakan kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam mendukung penguatan sistem kesehatan, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan," jelasnya. 

BACA JUGA:Air Sinkhole Situjuah Batua Payakumbuah Diserbu Warga yang Dipercaya Bisa Beri Kesembuhan, Linmas: Hanya Air Putih Biasa Bukan Obat

15 Formula

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads