Amsal Sitepu Jelaskan Kronologi Kasus Dugaan Mark Up Video Desa yang Menjeratnya
Videografer asal Sumatera Utara, Amsal Christy Sitepu membeberkan kronologi kasus yang menjeratnya karena dituduh melakukan korupsi pada pembuatan video profil desa-Tangkapan Layar YouTube@TV Parlemen-
Setelah pekerjaan selesai, Amsal mengaku menerima pembayaran senilai Rp30 Juta sebagaimana yang tercantum dalam proposal.
"Kemudian kami menerima pembayaran sejumlah Rp30 juta, tetap seperti proposal, tetap seperti SPJ yang saya tanda tangani, Pak. Tidak ada yang berbeda. Itu langsung dipotong pajak yang diberikan oleh desa. Jadi kami menerima itu uang yang sudah membayar pajaknya begitu," cerita dia.
Meski demikian, ia mengaku tidak semua proyek berjalan mulus.
Beberapa desa bahkan tidak melakukan pembayaran karena keterbatasan anggaran, namun hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh pihaknya.
BACA JUGA:Sosok Amsal Christy Sitepu, Videografer Dituduh Korupsi Rp202 Juta dan Dituntut 2 Tahun Penjara
BACA JUGA:Videografer Didakwa Mark-up Jasa Pembuatan Video Profil Desa di Karo, Rugikan Negara Rp202 Juta
"Faktanya pak, ada desa yang sudah kami ambil videonya sudah selesai, itu tidak ada serah terimanya bahkan, maksudnya itu tidak dibayarkan karena anggarannya tidak cukup. Itupun kami tidak pernah permasalahkan pak. Ada desa, karena memang itu menjadi risiko kami karena pembayaran dilakukan setelah pekerjaan selesai," jelasnya.
Pada 2025, Amsal dipanggil sebagai saksi.
Namun pada 19 November 2025, statusnya berubah menjadi tersangka.
Ia disebut menyebabkan kerugian negara berdasarkan temuan Inspektorat Kabupaten Karo.
"Awalnya menjadi Saksi atas proyek pembuatan video profil desa ini dan 19 November 2025 ketika saya menjadi Saksi, saya ditetapkan menjadi tersangka karena menurut penyidik pada saat itu, Inspektorat Kabupaten Karo menyatakan ada kerugian negara atas pekerjaan yang telah saya kerjakan," ungkapnya.
BACA JUGA:Viral Pria Pengidap HIV Sebar Selebaran Jasa Aktivitas Seksual di Pamulang
BACA JUGA:Kalender April 2026 Lengkap Tanggal Merah, Ada Libur Nasional Wafat Yesus Kristus!
Amsal secara tegas membantah tuduhan tersebut.
Ia mengaku tidak pernah diperiksa oleh Inspektorat, sementara para kepala desa yang menjadi mitra kerja justru menyatakan tidak ada masalah dan puas dengan hasil pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: