Ekonom INDEF Sentil Pemerintah usai Survei SMRC: Program Masih Trial and Error, Anggaran Jor-joran!
Ilustrasi realisasi anggaran-pixabay-https://jambiindependent.disway.id/
JAKARTA, DISWAY.ID – Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menyentil pemerintah agar tidak menjalankan program strategis secara trial and error maupun menggelontorkan anggaran secara jor-joran.
Pernyataan itu disampaikan menyusul hasil survei SMRC yang mencatat sentimen negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional melonjak ke level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Data survei mencatat bahwa sentimen negatif terhadap kondisi ekonomi nasional melonjak hingga 49,4 persen yang disebut SMRC sebagai level tertinggi dalam 7 tahun terakhir.
Di sisi lain, kepuasan terhadap kinerja Presiden juga berada di ambang angka psikologis 50 persen.
BACA JUGA:Survei SMRC: 42,8 Persen Publik Nilai Kondisi Politik Nasional Buruk di Era Prabowo Subianto
"Karena program prioritas harusya tidak trial and error," tegasnya saat dikonfirmasi, Senin, 27 Juli 2026.
Menurutnya, jika Peerintah sendiri belum mampu menjalankan program-programnya, tidak perlu dipaksakan, ia menyarankan pemerintah harus menyesuaikan dengan kapasitas yang ada.
"Maka jika belum mampu dilaksanakan secara masif seharusnya anggaran tidak perlu jor-joran, cukup menyesuaikan dengan kapasitas kelembagaan dan progress dari program untuk dapat di ekspansi maupun di akselerasi," tegasnya.
Ia menambahkan, jika program strategis dan unggulan perlu dievaluasi secara menyeluruh.
BACA JUGA:Tanggapi Hasil Survei SMRC, Prabowo di Bawah Ganjar, Sekjen Gerindra Muzani: Santai Saja
Menurutnya hal itu menjadi bukti kesungguhan pemerintah dalam mengelola anggaran negara.
"Program strategis perlu dievaluasi, maka evaluasi secara obyektif bukan sentimen buruk, namun justru menunjukkan kesungguhan dan kehatian-hatian mengelola dan memanfaatkan anggaran negara," terangnya.
Ia juga menyoroti wacana-wacana baru tentang perubahan kebijakan. Dalam hal ini yang menyangkut sentimen terhadap bisnis dan ekonomi secara umum yang perlu dikaji mendalam sebelum di implementasikan dalam kebijakan.
"Tujuannya agar pelaku ekonomi tidak bingung, lalu malah menahan untuk ekspansi," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: