PB IDI Tegaskan Pandemi Belum Usai, Waspadai Mutasi Varian Baru

PB IDI Tegaskan Pandemi Belum Usai, Waspadai Mutasi Varian Baru

PB IDI menegaskan bahwa pandemi Covid-19 masih belum selesai dan mewaspadai mutasi varian baru.--

JAKARTA, DISWAY,ID - Beberapa waktu terakhir ini sepertinya masyarakat terlihat lebih bebas beraktifitas karena dampak dari Penyebaran Covid 19 yang mulai melandai.

Meskipun begitu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Pb Idi) menegaskan bahwa pandemi Covid-19 masih belum selesai dan mewaspadai mutasi varian baru.

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, dr Erlina Burhan mengatakan bahwa ancaman Covid-19 masih ada, hal itu tersebut dapat dilihat dengan masih adanya angka kenaikan jumlah kasus di Indonesia. 

"Per 25 Agustus, menurut data BNPB terjadi kenaikan walaupun tidak banyak tapi setiap hari ada kenaikan kasus, yakni sebanyak 6.334.357 kasus," ujar Erlina Burhan saat jumpa pers melalui Zoom Meeting, Jumat, 26 Agustus 2022.

BACA JUGA:Gus Nur Beberkan Fitnah pada HRS Saat Ferdy Sambo Dipecat, Singgung Kesamaan Kasus KM 50

BACA JUGA:Drawing UEFA Europa Conference League, West Ham Diunggulkan Juara Musim Ini

Erlina mengatakan bahwa ketika bulan Mei, dirinya sempat berharap Covid-19 di Indonesia akan menjadi endemi lantaran mengalami penurunan kasus.

Tetapi harapan itu tampak sia-sia karena virus terus bermutasi dan menciptakan varian atau subvarian baru, salah satunya adalah subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5.

"Sangat berharap dibulan April dan Mei itu bisa mencapai endemi ternyata belum karena dengan adanya kasus BA.4 dan BA.5 itu naik lagi karena memang mudah menular," jelasnya. 

BACA JUGA:Jelang PSS Sleman Vs Persebaya, Coach Seto: Kami Targetkan Kemenangan Kedua di Kandang

BACA JUGA:Diperiksa 9 Jam Putri Candrawathi Tidak Ditahan, Pernyataan Akan Dikonfrontir Dengan Tersangka Lain

Dengan adanya kasus subvarian baru itu, PB IDI mengingatkan untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Menurut Erlina, PHBS ini adalah suatu program yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit. 

"HBS ini adalah suatu kesadaran pribadi yang sampai ke keluarga agar kita mampu menolong diri sendiri di bidang kesehatan serta memiliki peran aktif di dlm aktifitas pencegahan penyakit masyarakat," jelasnya. 

Sumber: