Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, Rohaniwan yang Disebut Nikahi Ferdy Sambo dengan 'Si Cantik'

Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, Rohaniwan yang Disebut Nikahi Ferdy Sambo dengan 'Si Cantik'

Profil Pendeta Gilbert Lumoindong, rohaniwan yang disebut nikahkan Ferdy Sambo dengan 'si cantik'-Instagram/ @pastorgilbertl-Instagram/ @pastorgilbertl

JAKARTA, DISWAY.ID - Nama Pendeta Gilbert Lumoindong menjadi perbincangan publik usai disebut menikahkan Ferdy Sambo dengam perempuan berjuluk 'si cantik'.

Kabar itu menyeruak dari pernyataan Irma Hutabarat, berdasarkan penuturan pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) Kamaruddin Simanjuntak.

"Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa Gilbert Lumoindong sudah menikahkan Sambo dengan yang cantik-cantik itu," kata Irma dalam sebuah video di saluran Youtubenya, Horas Inang dikutip Disway.id Rabu, 28 September 2022. 

Menanggapi hal tersebut, Pendeta Gilbert Lumoindong menyatakan Kamaruddin harus membuktikan pernyataannya. 

Dia menegaskan jika terbukti, maka rohaniwan itu mesti ditangkap karena menikahkan orang yang sebenarnya sudah terikat perkawinan dengan wanita lain. 

Tetapi sebaliknya, jika tidak terbukti, Kamaruddin harus siap ditangkap.

BACA JUGA:Kritikan 'Telak' Pelatih Curacao Untuk Pratama Arhan Cs Usai Timnya Tumbang: Mereka Terkapar di Lapangan

BACA JUGA:Ini 5 Manfaat Makan Daging Kerbau, Pasti Anda Belum Pernah Tahu Sebelumnya

“Intinya, saya setuju dengan Kamaruddin Simanjuntak kalau terbukti ada rohaniawan yang memberkati pernikahan di bawah tangan. Setuju harus diproses dan ditangkap Kalau ternyata itu tidak benar, Kamaruddinnya siap enggak untuk ditangkap? Karena menyebarkan isu yang berbahaya,” kata Pendeta Gilbert. 

Lantas, seperti apa sosok Pendeta Gilbert?

Yuk, langsung simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Profil Pendeta Gilbert Lumoindong

Pendeta Gilbert memiliki nama lengkap Gilbert Emanuel Lumoindong, yang lahir pada 26 Desember 1996.

Ia merupakan seorang pemimpin atau gembala siding jemaat pada Gereja Bethel Indonesia, Glow Fellowship Centre di Jakata.

Sumber: