Kabar Baik untuk Pasien Kanker, Ada Pengobatan Radioterapi Integrated CT-LINAC dengan AI yang Lebih Efektif

Kabar Baik untuk Pasien Kanker, Ada Pengobatan Radioterapi Integrated CT-LINAC dengan AI yang Lebih Efektif

Melalui kolaborasi strategis Indonesia-Tiongkok, Siloam International Hospitals yang diwakili oleh MRCCC Siloam Semanggi, bekerja sama dengan United Imaging Healthcare.--istimewa

Komitmen ini menegaskan keyakinan Siloam International Hospitals bahwa kemajuan teknologi harus selalu diimbangi dengan keunggulan kompetensi klinis tenaga medis. 

Integrasi yang seimbang antara teknologi mutakhir dan keahlian dokter mencerminkan pendekatan klinis yang matang dan kredibel dalam memajukan layanan kanker di Indonesia. 

BACA JUGA:Peringati HKN ke-61, BBKK Soetta Hadirkan Deteksi Kanker Serviks hingga Fun Walk

Keunggulan Radioterapi Integrated CT-LINAC

Teknologi ini memungkinkan radioterapi presisi berbasis pencitraan real-time, yang menuntut ketepatan perencanaan terapi, pertimbangan klinis yang kuat, serta penyesuaian terapi sesuai kondisi individual pasien. 

Sinergi antara teknologi dan keahlian klinis ini menjadi fondasi utama pendekatan MRCCC Siloam Semanggi dalam memberikan layanan kanker yang aman, presisi, dan berfokus pada peningkatan hasil perawatan serta kualitas hidup pasien.

dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, menambahkan, teknologi Integrated CT-LINAC berfokus pada pasien sebagai pusat dari perawatan kanker. 

BACA JUGA:Warga Bekasi Kini Nikmati Layanan Radioterapi, Wali Kota: Perawatan Kanker Makin Lengkap

Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, setiap sesi terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien, sehingga meningkatkan presisi sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat. 

“Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis,” katanya.

Radioterapi konvensional umumnya memiliki alur kerja yang berlapis dan berlangsung selama beberapa hari, sehingga dapat menunda dimulainya terapi hingga berminggu-minggu.

Integrated CT-LINAC menyederhanakan seluruh proses terapi dalam satu sesi tanpa perlu memindahkan posisi pasien, dengan waktu persiapan hingga penyinaran sekitar 15–25 menit.

BACA JUGA:Mayoritas Terlambat! 2 dari 3 Wanita Indonesia Terdeteksi Kanker Serviks di Stadium Akhir

Sistem ini menggabungkan pencitraan CT diagnostik fan-beam dan radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan satu ruang perawatan. 

Penerapan CT-based Adaptive Radiotherapy (ART) memungkinkan rencana terapi disesuaikan pada setiap sesi sesuai perubahan anatomi pasien. 

Pendekatan ini meningkatkan presisi terapi sekaligus meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads