Universitas Indonesia Bersama Kemenparekraf Donasikan Peralatan K3 di Dewi Henjeli Sukabumi

Universitas Indonesia Bersama Kemenparekraf Donasikan Peralatan K3 di Dewi Henjeli Sukabumi

Penyerahan peralatan K3 di Desa Wisata Hanjeli, Sukabumi.-DRRC UI-

SUKABUMI, DISWAY.ID- Matching Fund Kedaireka Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendonasikan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Kebencanaan di Desa Wisata (Dewi) Hanjeli, Sukabumi,  pekan kemarin 24 September 2022.

Kegiatan ini merupakan salah satu realisasi dari program “Mewujudkan Desa Wisata (DeWi) Berkelas Dunia (World Class DeWi) melalui Implementasi CHSE dan Mitigasi Bencana untuk Penerima Anugrah Desa Wisata”

Dalam pelaksanaannya melibatkan Dosen, Mahasiswa, Alumni FKM UI, Departemen K3, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia.

BACA JUGA:Ibu-Ibu PKK Gandeng Kang dan Nong di Banten Cegah Stunting

"Aspek K3 sangat penting utk diterapkan di Desa Wisata, krn kecelakaan bisa terjadi dimana saja,” ujar Prof. Fatma Lestari, Kepala DRRC UI dalam keterangan resminya, Kamis 29 September 2022.

“Aspek K3 juga menjadi persyaratan dalam kategori Anugerah Desa Wisata Indonesia serta persyaratan didalam penghargaan internasional untuk Tourism Village," tambahnya.

Seperti diketahui, sejak dunia mengalami pandemi COVID-19, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang dituntut untuk menerapkan program CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment) serta penerapan protokol kesehatan.

Berdasarkan Data jaringan desa wisata (Jadesta) 2021 diketahui bahwa implementasi CHSE dan mitigasi bencana masih rendah dengan kurangnya pemahaman risiko CHSE dan bencana, serta minimnya kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di Desa Wisata.

Dengan jumlah desa wisata di Indonesia yang mencapai lebih dari 7000 desa, maka edukasi CHSE dan mitigasi bencana secara masif yang dibutuhkan perlu didukung dengan ketersediaan pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana.

BACA JUGA:Volta Luncurkan Skuter Listrik Retro ‘Mandala’ di IEMS 2022, Harga Cuma Rp 18 Jutaan

Pemetaan risiko desa wisata di lokasi rawan bencana menjadi sangat penting guna peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan perlindungan wisatawan.

Program ini menjadi salah satu solusi yang ditujukan untuk melakukan identifikasi risiko CHSE dan bencana, serta meningkatkan kualitas SDM di Desa Wisata melalui penerapan karya rekacipta Dosen, Mahasiswa, Alumni FKM UI, Departemen K3 FKM UI, dan Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) Universitas Indonesia dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Salah satu kegiatannya diawali dengan pemberian donasi peralatan K3 dan kebencanaan yang ditujukan untuk meningkatkan Implementasi Manajemen Risiko HSE & Bencana untuk Desa Wisata, serta sebagai pendukung dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Desa Wisata.

Program ini sendiri akan dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain Identifikasi risiko HSE dan kebencana, Pelatihan daring HSE dan mitigasi kebencanaan, Verifikasi lapangan pelatihan HSE & kebencanaan, Sistem Informasi Desa Wisata (SIDEWITA) HSE & kebencanaan, Analisis Dampak bencana, Manajemen Krisis Tata Kelola Destinasi, serta Pengelolaan Program.

Sumber: