Buntut Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD Ajak PSSI Rapat Kerja, Masa Depan Sepakbola Indonesia Ditentukan Hari Ini

Buntut Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD Ajak PSSI Rapat Kerja, Masa Depan Sepakbola Indonesia Ditentukan Hari Ini

Menteri Polhukam Mahfud MD menyinggung soal perang bintang yang terjadi di tubuh Polri. Ia dengan tegas akan mengukir akar masalahnya-Foto/Tangkapan Layar/YouTube/Menko Polhukam-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan keseriusan pemerintah dalam mengusut tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan suporter Arema meninggal dunia. 

Pemerintah akan melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas kementerian untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas tragedi Kanjuruhan.

Mahfud Md melalui saluran YouTube Kemenko Polhukam, mengatakan bahwa pemer pemerintah bersungguh-sungguh menindaklanjuti kasus tersebut.

BACA JUGA:Bakal Santuni Korban Tragedi Kanjuruhan, PBNU Minta Tindak Tegas Pihak Bersalah

“Pemerintah Bersungguh-sungguh untuk menindaklanjuti, merehabilitasi, dan menyelesaikan masalah-masalah yang timbul akibat tragedi kanjuruhan dalam pertandingan sepakbola liga di Malang,” ujar Mahfud Md.

Kata Mahfud Md, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan dirinya secara langsung agar secepatnya mengadakan Rapat Kerja.

Rapat Kerja akan dihadiri Kementrian, Lembaga dan organisasi terkait untuk mengambil langkah-langkah ke depan.

“Bahkan Presiden Joko Widodo tadi pagi menyampaikan instruksi langsung kepada masyarakat Indonesia, dan meminta langsung ke saya secepatnya tidak boleh lebih dari 24 jam ke depan untuk mengadakan rakor lintas kementrian, lembaga serta organisasi terkait untuk mengambil langkah-langkah tegas,” ujarnya.

BACA JUGA:Korban Meninggal Dunia Tragedi Kanjuruhan Bertambah 174 Orang, Presiden FIFA: Sebuah Tragedi di Luar Nalar

Pertama Mahfud akan meneliti kemungkinan adanya pelanggaran hukum dalam tragedi Kanjuruhan.

Selain itu, kata Mahfud, pemerintah siap memberikan bantuan terhadap korban, baik keluarga korban meninggal dunia maupun yang sedan dirawat.

“Yang pertama melakukan penelitian jika kemungkinan ada pelanggaran hukum atau tindak pidana dalam peristiwa itu. Lalu yang kedua melakukan rehabilitasi dan memberikan santunan terhadap korban, dan keluarga korban yang sekarang masih dalam perawatan maupun keluarga korban yang ditinggalkan,” terang Mahfud.

Dalam Rapat Kerja ini dirinya berharap dapat menemukan solusi agar kompetisi Liga Indonesia kembali digelar dengan standar yang berbeda dan baru.

BACA JUGA:Valentino 'Jebret' Mundur dari Siaran Liga 1 Buntut Kanjuruhan Rusuh: Kegelisahan dan Frustasi

Sumber: