Wamenkes Benjamin Terharu Banyak Relawan Dokter Senior ke Lokasi Banjir Sumatera: Mereka 'Pakai Uang Sendiri'

Wamenkes Benjamin Terharu Banyak Relawan Dokter Senior ke Lokasi  Banjir Sumatera: Mereka 'Pakai Uang Sendiri'

Wamenkes Benjamin Paulus, terharu melihat perjuangan Relawan Dokter Senior yang rela terbang ke lokasi Banjir Sumatera meski menggunakan ongkos sendiri-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin menyampaikan apresiasi dan rasa terharu yang mendalam atas tingginya semangat kemanusiaan dari para tenaga medis, khususnya para dokter senior.

Para dokter itu secara sukarela dan mandiri terjun langsung membantu korban bencana banjir bandang di Aceh-Sumut dan Sumbar. 

BACA JUGA:BGN Terkesima SPPG Margomulyo Seyegan Ubah Limbah MBG Jadi Bio Solar dan Pupuk

BACA JUGA:NCW Kritik Upaya Pemeraasan APH dalam Kasus Korupsi BAZNAS Enrekang!

Adapun kata Wamenkes Benjamin jumlah relawan dokter spesialis yang terjun langsung ke lokasi bencana di Aceh berjumlah 16 orang terdiri dari spesialis orthopedi, internis, obgyn, dan anak. Para dokter tersebut berasal dari Universitas Hasanuddin.

"Waktu kami berangkat, dari Universitas Hassanudin itu kirim 16 dokter spesialis, itu dengan saya satu pesawat itu empat ortoped senior semua. Internis ada, anak ada, opjin ada," ujar Wamenkes saat konferensi pers, Jumat 5 Desember 2025.

"Saya terharu banget, karena saya tanya, Pak siapa yang biayain? Oh kami sendiri dok, Pak Wamen, kami biasa. Kami kalau ada bencana kami berangkat langsung, pakai uang sendiri. Saya sangat terharu," tambahnya.

Tak hanya dari Universitas Hassanudin, Wamenkes Benjamin juga mengungkap releawan dokter juga datang dari Universitas Indonesia hingga RSCM.

BACA JUGA:Kemenkes Tanggapi Soal Warga Aceh Teriak Minta Bantuan Obat ke Malaysia Pasca Bencana Banjir

BACA JUGA:Tiket Pesawat ke Aceh Melambung Rp8 Juta Pasca Banjir, Kadin: Maskapai Seharusnya Fair!

"Terus kita akhirnya ketemu di kantor Din Kesaceh, malamnya saya pimpin rapat. Bayangkan itu yang macam gini banyak. UI juga RSCM berangkat, RSCM kirimkan berapa puluh dokter," tuturnya.

"Itu banyak sekali dokter-dokter yang berangkat. Dari apalagi di, kalau tenaga medis saya rasa dari keemergensiannya dengan jumlah 543 kasus aja, dengan jumlah itu saya nggak liat kegawatannya yang nggak tertolong. Jadi kita sekarang fokus kepada dampak akibat bencana," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads