Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan

Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan

Akses keuangan digital melalui teknologi finansial (fintech) dan pinjaman online (pinjol) kini tidak lagi sekadar soal transaksi, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis penggunanya-Freepik-

“Ketika seseorang terjerat pinjol, seharusnya masyarakat sekitar hadir memberi dukungan atau membantu mencarikan solusi, bukan justru menghakimi,” katanya.

Wahyu mendorong masyarakat untuk membangun solidaritas sosial melalui inisiatif bersama, seperti pembentukan kelompok usaha kecil atau gerakan saling bantu dalam menghadapi krisis ekonomi.

“Jika solidaritas sosial tidak diperkuat, akan semakin banyak individu yang tertekan. Dukungan lingkungan sangat penting,” jelasnya.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap praktik pinjol, mengingat sebagian besar pinjol yang beredar masih bersifat ilegal atau belum terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

BACA JUGA:Ketika Rumah Sudah Tidak Jadi Tempat Aman, Kasus Kekerasan Anak dan Stigma Dibaliknya

BACA JUGA:Antara Hukum Rimba di Jalanan dan Meja Hijau yang Longgar

Selain itu, aparat penegak hukum diharapkan lebih responsif dalam melindungi masyarakat dari praktik pinjol bermasalah.

“Masyarakat juga memiliki peran penting dalam pengawasan, karena kekuatan terbesar ada pada kepedulian sosial di lingkungan masing-masing,” pungkas Wahyu.

Sementara itu, Sosiolog Universitas Airlangga Surabaya, Tuti Budi Rahayu, menyoroti potensi kerentanan Generasi Z terhadap pinjaman online. 

Menurutnya, hal ini berkaitan erat dengan gaya hidup hyper reality yang berkembang di kalangan anak muda.

“Dalam kondisi ini, seharusnya mereka bisa berpikir logis, tetapi tergoda oleh tampilan kehidupan yang terlihat lebih ‘wah’, seperti nongkrong di kafe mahal atau mengenakan barang bermerek,” ujar Tuti.

Ia menilai, jika Gen Z mempertimbangkan kondisi ekonomi secara rasional, mereka semestinya menyadari bahwa belum memiliki pendapatan tetap. 

BACA JUGA:Kota Dikeroyok Narkoba, Ormas Menjaga

BACA JUGA:Maraknya Kejahatan Jalanan: Mereka Datang dari Laut, Bawa Senpi Pepaya!

Namun, pengaruh media sosial dan kemudahan akses pinjol menjadi pemicu munculnya keinginan untuk meminjam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads