Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan
Akses keuangan digital melalui teknologi finansial (fintech) dan pinjaman online (pinjol) kini tidak lagi sekadar soal transaksi, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis penggunanya-Freepik-
“Selama kebutuhan darurat masyarakat dibiarkan tanpa solusi yang cepat dan aman, pasar gelap pembiayaan akan terus hidup,” tegasnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa kelompok berpenghasilan rendah tetap terjerat pinjol meski risiko telah berulang kali disosialisasikan.
Dalam situasi krisis seperti anak sakit, penghasilan harian terhenti, atau ancaman penggusuran, keputusan kerap diambil secara cepat.
“Literasi keuangan tidak serta-merta mengubah kenyataan bahwa keterdesakan memaksa orang memilih solusi yang ada di genggaman ponsel,” jelas Syafruddin.
Pelaku pinjol memanfaatkan situasi tersebut dengan iming-iming pencairan cepat, persyaratan longgar, serta metode penagihan yang menekan.
BACA JUGA:Mengawal MBG dari Hulu ke Hilir: Pengawasan Dapur Diperketat, Gizi Terjaga, Anak-anak Sehat!
BACA JUGA:SPPG Jadi Garda Terdepan Sajikan Menu MBG Berkualitas
Meski OJK dan Satgas PASTI telah menutup ribuan entitas ilegal, pelaku kerap muncul kembali melalui platform dan kanal baru.
Menurut Syafruddin, peningkatan literasi keuangan tetap penting, namun tidak akan efektif tanpa perluasan akses pembiayaan formal yang inklusif.
Banyak pekerja sektor informal tersingkir dari sistem keuangan karena persyaratan dokumen dan rekam jejak yang sulit dipenuhi.
“Edukasi tidak bisa menggantikan ketiadaan produk pembiayaan yang sesuai dengan realitas ekonomi informal, pinjaman kecil, pencairan cepat, dan perlindungan konsumen yang kuat,” katanya.
Ia mengapresiasi penguatan regulasi fintech lending melalui POJK Nomor 40 Tahun 2024.
Namun, langkah tersebut dinilai harus dibarengi dengan penguatan koperasi, BPR, pembiayaan berbasis komunitas, serta program daerah yang mampu menekan biaya transaksi.
BACA JUGA:Jeritan Hati Rojali dan Rohana, Mal Sepi Jadi Tempat Pelesir Gratis karena Dompet Menipis
BACA JUGA:Potret Sunyi Mal di Tengah Ekonomi Seret, Daya Beli Jadi Cerita Sulit
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: