Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan

Di Balik Mudahnya Pinjol: Kesehatan Mental Terancam, Perlindungan Ekonomi Dipertanyakan

Akses keuangan digital melalui teknologi finansial (fintech) dan pinjaman online (pinjol) kini tidak lagi sekadar soal transaksi, tetapi berdampak langsung pada kondisi psikologis penggunanya-Freepik-

Sering Disalahpahami, Asosiasi Fintech Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan bagi Pengguna Pindar

Di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kebutuhan hidup membuat pinjaman kerap menjadi jalan pintas bagi sebagian masyarakat. 

Bagi kelompok dengan tekanan ekonomi tinggi, utang bahkan sering kali menjadi satu-satunya pilihan untuk bertahan.

Perkembangan teknologi digital turut mempercepat fenomena tersebut.

Proses peminjaman uang kini dapat dilakukan secara praktis dan instan melalui layanan pinjaman daring (pindar). 

Layanan berbasis teknologi ini pun semakin lazim digunakan, terutama di kalangan pekerja dan pelaku usaha.

Namun, kemudahan tersebut tidak lepas dari risiko.

BACA JUGA:Pemutihan BPJS Kesehatan, Solusi atau Sekedar Penundaan Penyakit?

BACA JUGA:Pemutihan Iuran BPJS Kesehatan, Angin Segar atau Angin Pahit?

Akses pinjaman yang cepat justru mendorong sebagian masyarakat kembali mengambil pinjaman baru untuk menutup kewajiban lama, sehingga terjebak dalam praktik yang dikenal sebagai “gali lubang tutup lubang”.

Menanggapi kondisi tersebut, Head of Corporate Affairs Easycash, Wildan Kesuma, menyatakan bahwa laju pemanfaatan layanan keuangan digital saat ini jauh lebih cepat dibandingkan pemahaman masyarakat terhadap produk, risiko, dan pengelolaan keuangannya.

Hal itu tercermin dalam hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025, yang mencatat tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 65,43 persen, sementara inklusi keuangan telah mencapai 80,51 persen.

“Artinya, masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, tetapi pemahamannya belum sepenuhnya sejalan,” ujar Wildan kepada Disway, Jumat, 27 Desember 2025.

Banyak Kesalahpahaman

BACA JUGA:Janji Etanol 2028 dan Korosi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads