Warga Sebut Sekdes Kongkalikong dengan Kades Kohod Arsin, Diduga Terlibat Pemalsuan SHGB dan SHM Pagar Laut di Tangerang

Warga Sebut Sekdes Kongkalikong dengan Kades Kohod Arsin, Diduga Terlibat Pemalsuan SHGB dan SHM Pagar Laut di Tangerang

Warga Sebut Sekdes Diduga Kongkalikong dengan Kades Kohod Arsin, Terlibat Pemalsuan SHGB dan SHM Pagar Laut di Tangerang-Istimewa-

Saat kejadian Sekdes menghilang atau tidak ada di lokasi. Namun, ketika itu hanya disaksikan abang Iparnya Ujang Karta yakni Marmadi.

Menariknya dalam penggeledehan, Marmadi sempat mencegah komputer dari Ujang Karta untuk disita pihak kepolisian. 

"Jangan, jangan, itu jangan diambil," kata Marmadi dengan suara yang mulai meninggi,  di Rumah Sekdes di Jalan Kali Baru, Desa Kohod, Kabupaten Tangerang, Senin, 10 Februari.

BACA JUGA:Diberi Tugas Ganda, Beban BPOM Makin Berat Ikut Awasi MBG: Duit dari Mana?

BACA JUGA:Kemenkes Pangkas Biaya Operasional 50 Persen, Apa Saja yang Terdampak?

Merasa heran, tim penyidik menanyakan alasan dia melarang komputer tersebut disita.

Marmadi pun menjelaskan alasannya dengan nada yang terbata-bata sehingga tidak bisa diterima oleh pihak penyidik.

Kemudian, salah satu anggota tim penyidik pun menjelaskan kepada Marmadi bahwa tindakannya itu dianggap telah menghalangi proses penyidikan.

"Kita boleh melakukan penyitaan. Apalagi di sini sudah ada penetapan dari ketua pengadilan. Ketika kamu mengatakan tidak boleh, itu artinya kamu menghalangi penyelidikan," kata petugas Bareskrim.

Akhirnya komputer itu pun disitu tim penyidik dari Bareskrim Polri dan dimasukan dalam kantong plastik bening dengan logo Bareskrim Polri.

BACA JUGA:Cak Imin: Prabowo Tawarkan Koalisi Permanen, Berlaku Sampai Kapan Pun

BACA JUGA:Intip Prakiraan Cuaca di Jakarta Hari Ini 15 Februari 2025 Terbaru, Prediksi Bakal Hujan Ringan di Wilayah Berikut!

Selain itu, di tengah proses penyelidikan, Marmadi pun menghilang.

Dia menghilang setelah meminta izin kepada tim penyidik untuk mengambil KTP.

KTP tersebut diminta oleh tim penyidik untuk di dokumentasi dan dijadikan berita acara.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads