Pinjol, Pedang Bermata Dua: Dari Solusi Instan ke Jerat Utang Tanpa Akhir
Kemudahan memperoleh pinjaman uang melalui aplikasi pinjaman online (pinjol) membuat banyak orang terlena-Pixabay-
Cicilan otomatis memaksa dirinya kembali berutang demi bertahan hidup.
Teror di Ruang Rapat
Sementara Dedi (34) mengaku fokus kerjanya hancur akibat teror penagih.
BACA JUGA:SPPG Jadi Garda Terdepan Sajikan Menu MBG Berkualitas
BACA JUGA:Jeritan Hati Rojali dan Rohana, Mal Sepi Jadi Tempat Pelesir Gratis karena Dompet Menipis
“Takut kalau DC nelpon kantor atau HRD,” katanya.
Retail Therapy sebagai Pelarian
Ironisnya, stres justru mendorong mereka kembali berbelanja dengan paylater, pelarian sesaat yang memperparah jeratan.
Di Ambang Keputusasaan
Pikiran gelap sempat muncul. Namun rasa malu pada keluarga menjadi satu-satunya rem.
PENGAKUAN MANTAN DC
Dua mantan debt collector Kredivo membeberkan realitas kerja penagihan pinjol: target bulanan 25 persen, tekanan psikologis, hingga risiko kekerasan di lapangan.
“Kami hanya menagih sesuai perjanjian,” ujar Yohanes Paulus Soge.
BACA JUGA:Potret Sunyi Mal di Tengah Ekonomi Seret, Daya Beli Jadi Cerita Sulit
BACA JUGA:Ketika Mal Sepi Dihuni Rojali dan Rohana, Mati Suri di Tengah Gemerlap Kota
Namun ia mengakui empati kerap diuji saat menghadapi debitur yang benar-benar tak mampu.
Paulus Bunga Lolon menambahkan, tekanan mencapai target kadang mendorong praktik di area abu-abu.
“Datang ke tempat kerja, bikin malu. Itu sering terjadi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: